menu123

Sunday, May 22, 2016

Populasi dan Sampel Penelitian

      Populasi adalah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda yang mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
      Populasi mempunyai pengertian dari segi jumlah dan dari segi karakteristik. Misalkan seorang peneliti akan melakukan penelitian di sekolah X. Jadi populasinya adalah sekolah X.
  • Populasi dalam arti jumlah/kuantitas yaitu jumlah orang/subjek, jumlah objek yang lain.
  • Populasi dalam arti karakteristik yaitu karakteristik dari orang-orangnya misalnya motivasi kerja, disiplin, kepemimpinan, iklim organisasi. Karakteristik objek misalnya kebijakan, prosedur kerja, tata ruang kelas.
Sedangkan sampel adalah cuplikan atau bagian dari populasi.
     
      Untuk pengambilan sampel penelitian, saya hanya membagikan sedikit dari sekian banyak pengambilan sampel. Ini karena pada saat pembuatan proposal, saya tidak terlalu mencermati semua cara pengambilan sampel, hanya terkait dengan proposal yang saya buat saja.
  • Pengambilan sampel dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling). Pada metode ini, pemilihan sampel menggunakan individu. Yang di acak adalah individu. Misalnya: dari 100 siswa yang ada akan dipilih 30 siswa sebagai sample penelitian
  • Pengambilan sampel dengan metode cluster sampling (Area Sampling). Penelitian yang cocok untuk penggunaan metode ini yaitu pada sumber data yang sangat luas, misalnya penduduk suatu negara, provinsi atau kabupaten. Pada metode ini pemilihan sampel terjadi dengan pengacakan kelompok dan bukan individu. Contoh: kepala dinas pendidikan kabupaten kuningan ingin mengetahui bagaimana sikap guru SLTP terhadap kebijakan menajemen berbasis sekolah (MBS), besarnya sampel adalah 300 orang. Kemudian ditentukan clusternya, misalnya sekolah. Jumlah SLTP sebanyak 66 sekolah dengan rata-rata jumlah guru 50 orang, maka jumlah clusternya di ambil 300 : 50 = 6, kemudian dipilih secara acak 6 sekolah dan dari 6 sekolah ini dipilih secara acak 50 orang guru sebagai anggota sampel. 
  • Pengambilan sampel berstrata (Stratified Sampling). Populasi dikelompokan dalam strata tertentu. Contohnya: seorang kepala sekolah ingin mengetahui tanggapan siswa tentang pelaksanaan program keterampilan. Jumlah siswa sebanyak 2000 orang dengan komposisi kelas 3 sebanyak 600 siswa, kelas 2 sebanyak 400 siswa dan kelas 1 sebanyak 1000 siswa. Besarnya sampel diambil 200 siswa. Apabila jumlah sampel disamakan untuk tiap strata, cara ini disebut penarikan sampel strata tidak proposional. Jika disesuaikan dengan proporsi strata dalam populai disebut pengambilan sampel strata proporsional.
Sumber: Metode Penelitian oleh Uhar Suharsaputra
             Prof. Dr. Sugiyono
             Metode Penelitian Sosial oleh Ulber Silalahi


No comments:

Post a Comment