menu123

Friday, January 31, 2020

APLIKASI DERET ARITMATIKA [NILAI ANUITAS]

Anuitas adalah sejumlah pembayaran pinjaman yang sama besarnya yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu dan terdiri atas bagian bunga dan bagian angsuran. Kasus: jika kita meminjam uang pada suatu bank dan kita mengembalikan uang tersebut dengan cara mencicil dengan sistem anuitas, kita akan membayar cicilan setiap bulan dengan nomilal yang sama selama waktu yang ditentukan. Besar cicilan perbulan tersebut terdiri dari besar angsuran dan bunga. 
Untuk lebih jelasnya perhatikan permasalahan berikut.
Suatu pinjaman $Rp.10.000.000$ akan dilunasi dengan anuitas bulanan $Rp.500.000$. Jika suku bunga $3%$/bulan, tentukan tabel besar angsuran setiap bulan!
Jawab. 
Tabel angsurannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jadi terlihat bahwa, semakin lama kita membayar cicilan, bunga perbulan $b_n$ yang kita bayarkan akan semakin sedikit sedangkan angsuran $a_n$ yang kita bayarkan semakin besar.
$Anuitas = Angsuran+Bunga$
$A=a_n+b_n$ dengan $n=$ bilangan asli

Jika suatu pinjaman (M) dilunasi dengan sistem anuitas tahunan selama (n) tahunan dengan suku bunga (i) pertahun dan setiap anuitas sama besarnya, maka berlaku:
Besarnya pinjaman = jumlah semua angsuran
$M=a_1+a_2+a_3+a_4+...+a_n$
$M=a_1+a_1(1+i)+a_1(1+i)^2+a_1(1+i)^3+...+a_1(1+i)^{n-1}$ [deret geometri dengan suku pertama $=a_1$ dan rasio $=(1+i)$]
$M=\frac{a_1\left ( (1+i)^n-1 \right )}{(1+i)-1}$

$M=\frac{a_1\left ( (1+i)^n-1 \right )}{i}$
$a_1=\frac{M.i}{\left ( (1+i)^n-1 \right )}$ dengan $A=a_1+b_1=a_1+M.i\Leftrightarrow a_1=A-M.i$ maka:
$A-M.i=\frac{M.i}{\left ( (1+i)^n-1\right )}$
$A=M.i+\frac{M.i}{\left ( (1+i)^n-1\right )}$
$A=\frac{M.i\left ( (1+i)^n-1\right )+M.i}{\left ( (1+i)^n-1\right )}$
$A=\frac{M.i(1+i)^n}{\left ( (1+i)^n-1\right )}\times \frac{\frac{1}{(1+i)^n}}{\frac{1}{(1+i)^n}}$
$A=\frac{M.i}{1-\frac{1}{(1+i)^n}}$
$A=\frac{M.i}{1-(1+i)^{-n}}$
Besarnya anuitas dari suatu pinjaman (M) dengan suku bunga (i) periode selama (n) periode adalah:
$A=\frac{M.i}{1-(1+i)^{-n}}$

Hubungan antara anuitas $(A)$ dan angsuran pertama $(a_1)$
Dari pembuktian di atas diperoleh $a_1=\frac{M.i}{\left ( (1+i)^n-1 \right )}$ dan $A=\frac{M.i}{1-(1+i)^{-n}}$
$\Leftrightarrow \frac{A}{a_1}=\frac{M.i}{1-(1+i)^{-n}}:\frac{M.i}{\left ( (1+i)^n-1 \right )}$
$\Leftrightarrow \frac{A}{a_1}=(1+i)^n; sehingga\ diperoleh\ A=a_1.(1+i)^n$
Sehingga hubungan antara anuitas $(A)$ dan angsuran pertama $(a_1)$ adalah $A=a_1.(1+i)^n$

Contoh soal:
1. Tentukan nilai anuitas dari suatu pinjaman sebesar $Rp.5.000.000,00$ selama 2 tahun dengan suku bunga 2%/bulan!
Jawab:
Dari soal tersebut, dapat diketahui bahwa
$M=Rp.5.000.000,00$
$n=2\ tahun=24\ bulan$
$i=2%/bulan=0,02/bulan$
$A=\frac{M\times i}{1-(1+i)^{-n}}=\frac{5.000.000\times 0,02}{1-(1+0,02)^{-24}}=\frac{100.000}{1-1,02^{-24}}=264.355,49$

Friday, November 1, 2019

SOAL DAN PEMBAHASAN DIMENSI TIGA

Sebelumnya kita bahas tentang rumus penting pada dimensi tiga, sekarang adalah contoh soal dari materi tersebut.
Soal 1. Jarak titik ke titik
Pada kubus $ABCD.EFGH$ dengan rusuk $6\ cm$, titik $P$ di tengah rusuk $AB$. Tentukan jarak titik $P$ ke $G$.
Pembahasan
Perhatikan gambar di bawah ini!
Dari gambar di atas, titik $P$ dan $G$ terletak pada $\Delta PCG$ dan siku-siku di titik $C$. Jadi dengan menggunakan Phytagoras dapat ditentukan panjang $PG$. Terlebih dahulu kita cari panjang $PC$. $PC=\sqrt{PB^2+BC^2}=\sqrt{3^2+6^2}=\sqrt{45}=3\sqrt{5}$.
⧭$PG=\sqrt{PC^2+CG^2}$
        $=\sqrt{(3\sqrt{5})^2+6^2}$
        $=\sqrt{45+36}$
        $=\sqrt{81}=9\ cm$

Soal 2. Jarak titik ke garis
Pada kubus $ABCD.EFGH$ dengan rusuk $4\ cm$, tentukan jarak titik $A$ ke garis $HB$!
Pembahasan
Perhatikan gambar di bawah ini!
Dari gambar di atas, jarak titik $A$ ke garis $HB$ adalah panjang $AA'$. Terlebih dahulu kita mencari panjang garis $AH$ [Diagonal Bidang] dan garis $HB$ [Diagonal Ruang] .  $AH=s\sqrt{2}=4\sqrt{2}$ dan $HB=s\sqrt{3}=4\sqrt{3}$
Perhatikan $\Delta ABH$! 
⧭$L_{ABH}=L_{ABH}$
⟺$\frac{1}{2}(AB)(AH)=\frac{1}{2}(HB)(AA')$
⟺$(4)(4\sqrt{2})=(4\sqrt{3})(AA')$
⟺$AA'=\frac{4}{3}{\sqrt{6}}\ cm$

Soal 3. Jarak titik ke bidang
Pada kubus $ABCD.EFGH$ dengan rusuk $12\ cm$, tentukan jarak titik $A$ ke bidang $HDF$
Pembahasan
Perhatikan gambar di bawah ini!
Dari gambar di atas, jarak titik $A$ ke bidang $HDF$ adalah jarak titik $A$ ke bidang $HDBF$ [Karena bidang bisa diperluas]. Untuk mencari jarak tersebut, kita akan membuat bidang yang melalui titik $A$ dan tegak lurus dengan bidang $HDBF$. Bidang yang tegak lurus tersebut adalah bidang $ACGE$. Perpotongan antara bidang $HDBF$ dengan bidang $ACGE$ adalah garis $XY$. Jadi jarak titik $A$ ke bidang $HDF$ adalah jarak titik $A$ dengan garis $XY$.
⧭ Perhatikan $\Delta AYX$, karena siku-siku di $Y$ maka jarak titik $A$ dengan garis $XY$ adalah panjang garis $AY$ yaitu setengah dari diagonal bidang $AC=\frac{1}{2}.12\sqrt{3}=6\sqrt{3}\ cm$

Saturday, October 26, 2019

RUMUS PENTING PADA DIMENSI TIGA

Dimensi tiga merupakan materi yang diajarkan di SMA kelas 3 pada kurikulum 2013. Pada pembahasan kali ini, saya hanya menyinggung sedikit tentang materi ini yaitu pada pembahasan mencari jarak antara dua titik, jarak antara titik dengan garis, jarak antara titik dengan bidang.
1) Jarak antara titik dengan titik
Untuk mencari jarak antara titik dengan titik sering kali digunakan Rumus Phytagoras. Rumus Phytagoras ini dapat digunakan pada segitiga siku-siku.
Pada segitiga di samping, terlihat bahwa segitiga tersebut siku-siku di titik $B$. Oleh karena itu dapat dibuat persamaan Phytagorasnya adalah $(AC)^2=(AB)^2+(BC)^2$ atau 
$b^2=c^2+a^2$ atau
$c^2=b^2-a^2$ atau
$a^2=b^2-c^2$
Trik: 
1. Gambarkan titik yang dimaksud [Biasanya soal pada kubus atau balok]
2. Buat segitiga siku-siku yang melalui titik tersebut.
3. Cari jarak titik ke titik menggunakan Rumus Phytagoras.


2) Jarak antara titik dengan garis
Jarak titik $P$ ke garis $g$ adalah ruas garis terpendek yang menghubungkan titik $p$ ke garis $g$. Ruas garis terpendek tersebut diperoleh dengan menarik garis dari titik $P$ tegak lurus terhadap garis $g$. 
Perhatikan gambar di bawah!

Jarak titik $P$ ke garis $g$ adalah jarak titik $P$ ke titik $P'$.
⧭Untuk mencari jarak antara titik dengan garis, ada beberapa hal penting yang harus dipahami.
a. Rumus Phytagoras [seperti yang sudah dijelaskan di atas]
b. Rumus Luas Segitiga
Terdapat tiga rumus untuk mencari luas segitiga, tergantung yang mana yang dibutuhkan.
➤ Jika sebuah segitiga diketahui panjang alas dan tingginya, untuk mencari luas segitiga dapat dilihat gambar di bawah.
Luas segitiga adalah $\frac{1}{2}alas\times tinggi$
Luas segitiga $ABC$ di samping adalah
$L_{\Delta ABC}=\frac{1}{2}BC\times AB$
$L_{\Delta ABC}=\frac{1}{2}AC\times BD$
[Ingat: Tinggi segitiga merupakan tegak lurus dengan alasnya]
$L_{\Delta ABC}=L_{\Delta ABC}$
$\frac{1}{2}BC\times AB=\frac{1}{2}AC\times BD$
$BC\times AB=AC\times BD$




➤ Jika sebuah segitiga diketahui dua sisinya dan sudut yang diapit oleh sisi-sisi tersebut.
Luas segitiga $ABC$ di samping adalah
$L_{\Delta ABC}=\frac{1}{2}BC\times AB \times sin\ {\beta }$
$L_{\Delta ABC}=\frac{1}{2}BC\times AC \times sin\ {\gamma }$
$L_{\Delta ABC}=\frac{1}{2}AC\times AB \times sin\ {\alpha }$






➤ Jika sebuah segitiga diketahui ketiga sisinya, luas segitiga dapat dicari
$L_{\Delta ABC}=\sqrt{s(s-a)(s-b)(s-c)}$ dengan $s=\frac{a+b+c}{2}$









c. Rumus trigonometri aturan sin, cos, dan tan
Berdasarkan gambar di samping, bahwa
$sin\ {\alpha }=\frac{depan}{miring}=\frac{AC}{AB}$
$cos\ {\alpha }=\frac{samping}{miring}=\frac{BC}{AB}$
$tan\ {\alpha }=\frac{depan}{samping}=\frac{AC}{BC}$








d. Aturan cosinus
Aturan cosinus digunakan untuk mencari salah satu sudut jika diketahui ketiga sisi-sisinya atau untuk mencari salah satu sisi jika diketahui panjang sisi-sisi lainnya dan sudut yang diapit oleh sisi-sisi tersebut.
Berdasarkan gambar di samping, bahwa
$a^2=b^2+c^2-2bc.cos\ (A)$
$b^2=a^2+c^2-2ac.cos\ (B)$
$c^2=a^2+b^2-2ab.cos\ (C)$








Trik:
1. Gambarkan titik dan garis yang dimaksud [Biasanya soal pada kubus atau balok]
2. Buat segitiga yang melalui titik dan garis tersebut [Usahakan buat segitiga yang siku-siku]
3. Cari jarak titik ke garis yaitu panjang garis dari titik tersebut yang tegak lurus dengan garis [seringnya menggunakan luas segitiga]

3. Jarak antara titik dengan bidang
Jarak titik $P$ ke bidang $v$ adalah ruas garis terpendek yang menghubungkan titik $P$ ke bidang $v$. Ruas garis terpendek tersebut diperoleh dengan menarik garis dari titik $P$ tegak lurus dengan bidang $v$
Perhatikan gambar di bawah.
$PP'=$ merupakan jarak titik $P$ ke bidang $v$
Trik: Ubahlah jarak titik $P$ ke bidang $v$ menjadi jarak titik $P$ ke garis $g$
1. Lukislah bidang $w$ yang melalui $P$ dan tegak lurus $v$
2. Lukis garis $g$ yang merupakan perpotongan antara bidang $v$ dan $w$.
3. Jarak titik $P$ ke bidang $v$ adalah jarak titik $P$ ke garis $g$ [Kemudian selesaikan dengan trik mencari jarak titik ke garis seperti penjelasan sebelumnya].

Lihat: Soal dan pembahasan mengenai jarak titik ke titik, titik ke garis, dan titik ke bidang

Wednesday, August 14, 2019

Distribusi Normal

Distribusi Normal merupakan distribusi dengan variabel acak kontinu. Distribusi Normal juga sering disebut dengan Distribusi Gauss. Ada beberapa sifat penting dari distribusi normal, yaitu:
1. Grafik simetri terhadap garis tegak $x=\mu$, dengan $\mu$ adalah rata-rata.
2. Grafik selalu berada di atas sumbu $X$ atau $f(x)>0$
3. Mempunyai satu nilai modus
4. Grafiknya mendekati sumbu $X$ tetapi tidak pernah memotong sumbu $X$ [Sumbu $x$ merupakan asimtot datar]
5. Luas daerah di bawah kurva $f(x)$ dan di atas sumbu $X$ sama dengan 1, yaitu $P(-\infty<x<\infty)=1$
Persamaan umum distribusi normal adalah $f(x)=\frac{1}{\sigma \sqrt{2\pi }}e ^{-\frac{1}{2}\left ( \frac{x-\mu}{\sigma } \right )^{2}}$
MENENTUKAN PELUANG DISTRIBUSI NORMAL
Peluang distribusi normal $f(x)$ pada interval $a<x<b$ ditentukan dengan menghitung luas daerah di bawah kurva $f(x)$ dan di atas sumbu $X$. Kalau disajikan dalam gambar akan tampak seperti di bawah ini.
Berdasarkan gambar di atas, luas daerah di bawah grafik dan di atas sumbu x adalah 1 dan garis tegak $x=\mu$ merupakan garis sumbu simetri oleh karena itu di sebelah kanan garis $x=\mu$ mempunyai luas $\frac{1}{2}$. Begitupun untuk luas di sebelah kiri $x=\mu$. 
Luas daerah di atas adalah $P(a<x<b)=\int_{a}^{b}{\frac{1}{\sigma \sqrt{2\pi }}e ^{-\frac{1}{2}\left ( \frac{x-\mu}{\sigma } \right )^{2}}}dx$. Proses pengintegralan tersebut sulit untuk dilakukan, oleh karena itu penyelesaianya dilakukan dengan menggunakan transformasi nilai-nilai $X$ menjadi nilai-nilai baku $Z$ yaitu $Z=\frac{x-\mu }{\sigma }$.  Dengan tranformasi tersebut, diperoleh rata-rata $\mu=0$ dan $\sigma=1$, sehingga distribusi $f(x)$ berubah menjadi $f(Z)$ dengan persamaan $f(Z)=\frac{1}{\sqrt{2\pi }}e^{^-\frac{1}{2}Z^{2}},-\infty <Z<\infty$.
Jadi peluang $P(z_1<Z<z_2)=\int_{z_1}^{z_2}\frac{1}{\sqrt{2\pi }}e^{^-\frac{1}{2}Z^{2}}dx$
Dengan nilai  $P(z_1<Z<z_2)$ dapat dihitung menggunakan table Z.
Distribusi peubah acak normal dengan rataan $0$ dan simpangan baku $1$ disebut dengan distribusi normal baku.
CONTOH SOAL
([1]) Diketahui suatu variable acak $X$ mempunyai distribusi normal dengan rata-rata $18$ dan simpangan baku $\frac{5}{2}$. Nilai dari $P(17<X<21)$ adalah …
Jawab.
Diketahui di soal bahwa $\mu=18$ dan $\sigma =\frac{5}{2}$ dan dapat dicari $z_1=\frac{x_1-\mu}{\sigma}=\frac{17-18}{\frac{5}{2}}=-0,4$ dan $z_2=\frac{x_2-\mu}{\sigma}=\frac{21-18}{\frac{5}{2}}=1,2$.
Maka nilai $P(17<X<21)$ ditranformasikan menjadi $P(-0,4<Z<1,2)$
$P(-0,4<Z<1,2)=P(0<Z<0,4)+P(0<Z<1,2)=0,1554+0,3849=0,5303$
Catatan: luas daerah kurva normal antara dengan $-0,4<Z<0=0<Z<0,4$
([2]) Suatu variabel acak (X) memenuhi distribusi normal baku . Nilai $P(1,42<Z<2,54)$ adalah
Jawab. 
$P(1,42<Z<2,54)=P(0<Z<2,54)-P(0<Z<1,42)=0,4945-0,4222=0,0723$

Cara membaca table Z
Misalkan kita akan menentukan nilai dari $P(0<Z<1,42)$. Yang perlu diperhatikan adalah angka 1,42 yang kita pecah menjadi 1,4 dan 2. Angka 1,4 kita lihat pada table sebelah kiri secara vertical dan angka 2 lihat di atas table secara horizontal. Hubungkan kedua angka tersebut seperti menghubungkan titik pada koodinat kartesius. Dalam table akan ketemu $P(0<Z<1,42)=0,4222$. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah.
 Dalam kurva normal akan tampak seperti di bawah ini.