Penemu Distriusi Binomial adalah James Bernaulli sehingga dikenal sebagai distribusi Bernaulli.
Distribusi binomila harus memenuhi sifat-sifat sebagai berikut:
- Eksperimen terdiri dari nn buah percobaan berulang
- Setiap percobaan memberikan dua kemungkinan hasil yaitu "berhasil" atau "gagal"
- Peluang "berhasil" yang disebut pp bersifat tetap sepanjang percobaan [atau peluang dengan pengembalian], contohnya jika lambungan pertama peluang sukses adalah 1212, maka pelambungan berikutnya harus tetap yaitu 1212
- Peluang "gagal" disebut qq, dengan q=1−pq=1−p.
- Percobaan sebanyak nn kali adalah bersifat bebas [IndependentIndependent], artinya hasil setiap eksperimen tidak mempengaruhi hasil dari eksperimen yang lain.
Definisi Distribusi Peluang Binomial:
f(x)=P(X=x)=b(x,n,p)=nxC×px×qn−x=n!x!(n−x)!×px×qn−xf(x)=P(X=x)=b(x,n,p)=nxC×px×qn−x=n!x!(n−x)!×px×qn−x
dengan: p=p= Peluang sukses
f(x)=P(X=x)=b(x,n,p)=nxC×px×qn−x=n!x!(n−x)!×px×qn−xf(x)=P(X=x)=b(x,n,p)=nxC×px×qn−x=n!x!(n−x)!×px×qn−x
dengan: p=p= Peluang sukses
q=q= Peluang gagal
n=n= Jumlah total percobaan
x=x= Jumlah sukses dari nn kali percobaan
Contoh Soal
- Peluang untuk mendapatkan 6 sisi gambar pada pelemparan sebuah uang logam sebanyak 10 kali adalah ...
Pembahasan
Misalkan GG adalah kejadian muncul sisi gambar pada pelemparan sebuah uang logam, dan GTGT adalah kejadian muncul sisi bukan gambar pada pelemparan sebuah uang logam, maka:
G={G}→n(A)=1G={G}→n(A)=1 dan S={A,G}→n(S)=2S={A,G}→n(S)=2 karena sebuah uang logam
P(G)=n(G)n(S)=12P(G)=n(G)n(S)=12 dan P(G)+P(GT)=1P(G)+P(GT)=1
12+P(GT)=112+P(GT)=1P(GT)=12P(GT)=12Jadi, peluang untuk mendapatkan 6 sisi gambar pada pelemparan sebuah uang logam sebanyak 10 kali adalah
P(X=6)=106C×P(G)6×P(GT)10−6P(X=6)=106C×P(G)6×P(GT)10−6
=10×9×8×7×6!4×3×2×1×6!(12)6(12)10−6=10×9×8×7×6!4×3×2×1×6!(12)6(12)10−6=10×3×7(12)6(12)4=10×3×7(12)6(12)4=210(12)10=210(12)10 - 10 persen dari semacam benda tergolong ke dalam kategori A. Sebuah sampel berukuran 30 telah diambil secara acak. Berapa peluang sampel itu akan berisikan dua buah benda kategori A
Pembahasan
Misalkan AA adalah kejadian munculnya benda kategori A. Maka P(A)=10100=0,1P(A)=10100=0,1
ATAT adalah kejadian munculnya benda bukan kategori A. Maka
P(A)+P(AT)=1P(A)+P(AT)=1
0,1+P(AT)=10,1+P(AT)=1 P(AT)=0,9P(AT)=0,9
Jadi, peluang berisikan dua benda kategori A adalah: P(X=A)=302C×P(A)2×P(AT)30−2P(X=A)=302C×P(A)2×P(AT)30−2=30×29×28!2×1×28!(0,1)2(0,9)30−2=30×29×28!2×1×28!(0,1)2(0,9)30−2=15×29(0,1)2(0,9)28=15×29(0,1)2(0,9)28 - UN SMA Tapel 2014-2015 Program Studi IPA
Seorang penjaga gawang profesional mampu menahan tendangan penalti dengan peluang 3535. Dalam sebuah kesempatan dilakukan 5 kali tendangan. Peluang penjaga gawang mampu menahan 3 kali tendangan penalti tersebut adalah ...
A. 180625180625
B. 612625612625
C. 216625216625
D. 228625228625
E. 230625230625
Pembahasan
Misalkan AA adalah kejadian penjaga gawang profesional mampu menahan tendangan penalti, maka P(A)=35P(A)=35.
ATAT adalah kejadian penjaga gawang profesional tidak mampu menahan tendangan penalti, maka peluangnya adalah P(AT)P(AT).
P(A)+P(AT)=1P(A)+P(AT)=1
35+P(AT)=135+P(AT)=1
P(AT)=1−35=25P(AT)=1−35=25
P(X=3)=53C(P(A))3(P(AT))(5−3)P(X=3)=53C(P(A))3(P(AT))(5−3)
=5!(5−3)!×3!(35)3(25)(5−3)
=5×4×3!2×1×3!(35)3(25)(5−3)
=5×2×(35)(35)2(25)2
=216625
Jadi, peluang penjaga gawang mampu menahan 3 kali tendangan penalti adalah 216625
Jawaban C
No comments:
Post a Comment